Wajib Tau!!! Bahaya kecanduan Gadget

Wajib Tau!!! Bahaya kecanduan Gadget

Seiring perkembangan teknologi, gadget  saat ini pun sudah berkembang menjadi semakin canggih. Kamu dapat melakukan banyak hal dengan hanya melalui satu alat elektronik yang kecil ini. Karena itu, hampir semua orang, terutama anak milenial selalu membawa gadget dimanapun dan kemana pun mereka pergi. Coba perhatikan, apakah kamu termasuk salah satu anak zaman sekarang yang kecanduan gadget? Hati-hati, ini dampaknya bagi kesehatan.

Gadget memang menjadi sarana yang sangat membantu dan memudahkan kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Banyak hal yang bisa dilakukan melalui gadget, mulai dari membaca buku, menonton film, browsing, melakukan transaksi keuangan, memesan makanan, bermain, dan masih banyak lagi. Karena itu, hampir semua orang tidak bisa menjalani kegiatannya satu haripun tanpa ada gadget di dekatnya. Sindrom kecanduan gadget ini dinamakan nomofobia yang berasal dari istilah “no-mobile-phone-phobia”. Sebenarnya sindrom ini menyerang banyak orang dari berbagai kalangan dan usia. Namun, golongan yang paling banyak terkena sindrom nomofobia ini adalah anak-anak milenial yang sangat suka dan selalu ingin update dengan hal-hal terbaru.

Gejala Kecanduan Gadget

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terkena sindrom nomofobia alias kecanduan gadget. Tingkat kecanduan orang pun berbeda-beda. Mulai dari kondisi yang ringan, hingga yang cukup parah. Berikut ini beberapa tanda dari kecanduan gadget yang perlu diperhatikan:

Saat kamu kecanduan gadget, kamu akan langsung mencari gadget saat membuka mata di pagi hari.
Kamu tidak bisa melewati hari tanpa menggunakan gadget.
Kamu akan merasa cemas yang luar biasa jika baterai smartphone sudah sangat rendah atau bahkan mati.
Kamu selalu ingin mengecek gadget-mu tiap 5 menit sekali.
Kamu selalu menggenggam gadget-mu ketika melakukan aktivitas apapun, entah itu sedang makan, berjalan, bahkan ke toilet.
Jika minimal 3 dari 5 poin di atas tepat menggambarkan keadaanmu saat ini, maka kamu sudah terkena sindrom nomofobia.

Dampak Kecanduan Gadget

Jangan menyepelekan sindrom kecanduan gadget ini, karena kebiasaan ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan:

1. Gangguan Mata

Mata yang terlalu sering digunakan untuk menatap layar gadget akan menjadi kering dan timbul rasa panas. Jika kecanduan gadget ini dibiarkan terlalu lama, maka mata bisa lelah, terasa tidak nyaman, merah, dan timbul gangguan penglihatan, seperti penglihatan menjadi kabur, minus mata bertambah, dan lain-lain.

2. Mengganggu Pola Tidur

Salah satu ciri anak yang kecanduan gadget adalah tidak bisa berhenti bermain gadget, bahkan sampai larut malam. Bermain gadget memang bisa menimbulkan ketagihan yang akan membuatmu susah untuk berhenti. Akhirnya jam tidurmu akan terganggu, bahkan jika dibiarkan terlalu lama, kamu bisa mengidap insomnia. Jika waktu tidur yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi, maka berbagai penyakit dan gangguan kesehatan mudah menyerangmu.

3. Postur Tubuh Jadi Bungkuk

Anak yang kecanduan gadget tanpa sadar sering menundukkan leher untuk melihat gadget-nya. Ketika leher condong ke depan dan menunduk saat asyik bermain gadget, beban leher dan tulang belakang jadi bertambah besar karena harus menopang beban kepala, sehingga bisa menyebabkan leher dan punggungmu terasa nyeri. Jika dibiarkan terlalu lama, maka akan berdampak pada postur tubuhmu yang jadi bungkuk.

4. Mengganggu Studi

Oleh karena tidak bisa berhenti bermain gadget, kegiatan belajar anak yang memiliki sindrom nomofobia ini pun biasanya akan terganggu. Hampir sebagian besar waktunya digunakan untuk bermain gadget dan ia sulit untuk berkonsentrasi saat belajar di sekolah, sehingga akhirnya prestasi di sekolah pun jadi menurun.  

5.Obesitas

Terlalu sering bermain gadget membuat seseorang kurang melakukan aktivitas fisik. Hal ini sangat terkait dengan kondisi obesitas. 

6. Kurang Bersosialisasi

Pernah mendengar ungkapan “gadget mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat”? Nyatanya, kecanduan gadget  menyebabkan 
Teknologi Dalam Pandangan Islam

Teknologi Dalam Pandangan Islam

Tidak bisa diragukan lagi bahwa seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi mampu membawa perubahan besar terhadap dunia, termasuk terhadap sebuah peradaban. Lalu, bagaimana pandangan Islam terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi?

Banyak dari kita yang belum menyadari, bahwa Allah telah memerintahkan umat Islam untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi jauh sebelum teknologi itu diciptakan. Bisa kita lihat dari firman-Nya sebagai berikut:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”) Q.S Al-Alaq [96]: ayat 1-5)

Surat Al-Alaq ayat 1-5 ini merupakan wahyu pertama dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW, dan isi dari wahyu pertama itu adalah perintah untuk membaca. Namun maksud membaca disini bukan membaca tulisan, karena tidak mungkin Nabi Muhammad SAW membaca tulisan sedangkan ia adalah seorang yang ummiy (tidak bisa membaca tulisan).

Kemudian, apa maksud dari membaca yang ada pada ayat pertama surat Al-Alaq?

Maksud dari membaca disini adalah membaca realitas alam dan realitas manusia. Maka, perintah membaca disini adalah perintah mengamati atau meneliti realitas yang ada di alam semesta seperti budaya, ritual, adat istiadat, ekonomi, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi, serta realitas yang lainnya. Sehingga ketika kita sudah mengamati dan meneliti, maka akan menghasilkan ilmu pengetahuan, dan pada akhirnya kita akan memahami realitas-realitas tersebut.

Allah menurunkan wahyu ini paling pertama karena wahyu ini memiliki makna yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Selain dari surat Al-Alaq, ada juga dari surat yang lainnya. Sebagai berikut:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Q.S Al-Baqarah [2]: ayat 164)

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Q.S Al-Jatsiyah [45]: ayat 13)

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (Q.S Ar-Rum [30]: ayat 22)

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Artinya: “Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.” (Q.S Al-An’am [6]: ayat 97)

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (Q.S Yunus [10]: ayat 5)

Serta masih banyak lagi ayat-ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam beberapa ayat di atas, pada bagian awal ayat Allah menjelaskan realitas-realitas yang ada di alam semesta, lalu di akhir ayat Allah mengakhirinya dengan kalimat “Sungguh terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang menggunakan akalnya untuk berpikir (mengetahui).”

Maka secara tidak langsung, Allah juga memerintahkan kita untuk mengamati dan meneliti dengan menggunakan akal kita agar mampu memahami ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tapi, kenapa Allah memerintahkan kita untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi?

Pertama, karena dengan mempelajarinya kita akan semakin menyadari bahwa kebesaran Allah itu ada. Misalnya pada penciptaan langit dan bumi, adanya siang dan malam, berlayarnya perahu, turunnya air hujan dan menghidupkan tanah yang sudah mati, adanya perbedaan bahasa, perbedaan kulit, dan masih banyak lagi realitas yang lainnya.

Kedua, karena tujuan manusia diciptakan itu adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sedangkan tugas khalifah di muka bumi adalah untuk menciptakan kemakmuran dan membangun kembali keseimbangan alam yang sudah Allah tegakkan. Sebagai pemakmur bumi, manusia akan dipertemukan dengan berbagai masalah, dan untuk menyelesaikan masalah tersebut tentunya kita membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena kita tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut hanya dengan ilmu agama saja, maka inilah alasannya mengapa Allah memerintahkan kita untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi.